
Pengangguran merupakan isu yang terus mengemuka di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda, yang notabene menyandang predikat Gen Z. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 7,86 juta jiwa dari generasi ini terpaksa harus menghadapi kenyataan pahit kekosongan pekerjaan. Fenomena ini menggambarkan sebuah tantangan serius bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan pemahaman mendalam atas akar permasalahan dan upaya nyata dalam mencari solusi yang tepat.

Apa itu Gen Z?
Generasi Z, sebagaimana banyak orang sebut sebagai “generasi lembek”, seringkali menjadi sasaran kritik lantaran dinilai kurang tangguh dan mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Ketidaktahan mereka dalam menghadapi realitas seakan menjadi ciri khas yang melekat kuat pada generasi ini. Dalam konteks pengangguran, kelemahan tersebut semakin terasa, mengingat tantangan dunia kerja yang semakin kompleks dan persaingan yang semakin ketat.
Baca Juga : Melangkah dalam Dunia Mode – Bisnis Fashion dan Dinamikanya
Gen Z sering digambarkan sebagai generasi yang terlalu nyaman dengan zona kesenangan mereka, terpaku pada gadget dan aktivitas daring, namun minim dalam mengasah keterampilan, daya saing, dan semangat untuk berkembang. Mereka cenderung cemas dan pesimis menghadapi masa depan yang tidak pasti, sehingga banyak yang terjebak dalam lingkaran keputusasaan saat harus berhadapan dengan realitas pahit pengangguran.
Fenomena Pengangguran Gen Z
Pengangguran di kalangan Gen Z sebagian besar dipicu oleh faktor-faktor struktural, seperti lambatnya pertumbuhan ekonomi, kurangnya lapangan kerja yang tersedia, rendahnya kualitas pendidikan yang tidak mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja, serta rendahnya keterampilan yang dimiliki oleh para pencari kerja muda. Kendati demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa sikap dan karakter generasi ini turut berperan dalam menentukan sejauh mana mereka mampu bertahan dan berdaya saing di tengah gejolak ekonomi.
Dalam mencari solusi terhadap masalah pengangguran yang melanda Gen Z, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Selain kebijakan pemerintah yang inklusif dan pro-generasi muda, peran penting juga terletak pada upaya pendidikan dan pembinaan karakter yang lebih proaktif bagi para calon tenaga kerja muda. Membentuk mental yang tangguh, memupuk semangat berwirausaha, serta membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja masa kini mutlak diperlukan.

Diperlukan pula peran dari sektor swasta dan pihak-pihak terkait dalam menciptakan lapangan kerja baru serta program pembinaan dan mentoring bagi para pencari kerja muda. Pelatihan keterampilan, program magang, dan peningkatan akses informasi tentang dunia kerja adalah beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan kesempatan para Gen Z dalam memasuki pasar kerja.
Baca Juga : Perancah Bambu – Solusi Efektif dalam Proses Pembangunan Rumah Tinggal
Terkait dengan stigma “generasi lembek” yang melekat pada Gen Z, penting untuk tidak hanya sekadar menyalahkan atau mengecam tanpa memberikan solusi yang konstruktif. Generasi muda juga perlu mendapatkan dukungan, motivasi, dan bimbingan yang memadai dalam menghadapi tantangan-tantangan kompleks dalam mencari pekerjaan dan membangun karir.
Kesimpulan
Kesimpulannya, fenomena pengangguran yang melanda Gen Z sebesar 7,86 juta jiwa di Indonesia tidak hanya menjadi cermin dari keterbatasan struktural dalam pasar kerja, namun juga menjadi panggilan untuk terus mendorong perubahan positif dalam pembinaan generasi muda. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, perhatian yang lebih intensif terhadap pendidikan dan keterampilan, serta pembinaan karakter yang kuat untuk membantu Gen Z melewati tantangan-tantangan yang menghadang mereka.
Generasi lembek atau tidak, pada akhirnya merupakan hasil dari lingkungan dan sistem yang membentuk mereka. Sehingga, memberikan kesempatan dan dukungan yang lebih kepada mereka, adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengubah paradigma negatif menjadi motivasi nyata untuk meraih masa depan yang lebih baik. Semoga, dengan upaya bersama dan kesadaran akan pentingnya peran generasi muda sebagai penerus bangsa, Indonesia dapat melahirkan generasi Gen Z yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing dalam kancah global.
One thought on “Gen Z : Penyumbang Mayoritas Pengangguran 7,86 Juta di Indonesia”
Comments are closed.